Salam dari Pemusatan Latihan Timnas

Lebih dari sebuah kebanggaan. Itulah yang saya rasakan beberapa hari ke belakang.

Lima tahun lalu saya terbang ke Indonesia tanpa mengetahui apapun tentang sepak bola Indonesia. Beberapa hari lalu, saya kembali terbang ke Indonesia dari Amsterdam tepat lima tahun setelah saya pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, dan kali ini tujuannya adalah pemusatan latihan timnas Indonesia. Saya bekerja keras untuk apa yang saya impikan dan dalam lima tahun ke belakang, tentu ada fase naik dan turun namun saya selalu konsisten.

Kerja keras saya berbuah hasil ketika pelatih Shin Tae-yong memanggil ke timnas. Konsistensi lah yang akhirnya membawa saya pada pencapaian ini. SEA Games 2022 akan menjadi debut kompetitif saya dan dalam karier saya di sepak bola, saya selalu menetapkan target yang tinggi.

Untuk itu dalam SEA Games tahun ini saya menargetkan juara dan membawa medali emas pulang ke Indonesia setelah terakhir kali kita rasakan pada tahun 1991.

Sebagai pemain senior saya merasa skuad kali ini sangat baik dan dipenuhi oleh pemain bertalenta. Saya baru menyadari bahwa saya menjadi pemain tertua di skuad, namun, hal itu sangat baik karena saya bisa mengajarkan para pemain muda beberapa aspek begitupun saya yang dapat belajar dari para pemain muda. Kami akan pergi ke Korea Selatan pada 15 April dan kembali ke Indonesia untuk merayakan Hari Ied. Setelah itu, kami berangkat menuju Vietnam.

Perjalanan saya di sepak bola Indonesia, dukungan erat dari pendukung, dan pencapaian yang saya dapatkan, semua mencapai keberhasilan dalam lima tahun ini.

Dalam lima tahun perjalanan ke belakang, puncak kebanggaan yang saya rasakan adalah ketika mendapatkan kewarganegaraan Indonesia dan akhirnya dapat bermain untuk Timnas. Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada kalian yang selalu mendukung dalam perjalanan saya. Semoga kerja keras ini berbuah medali emas pada tanggal 22 Mei nanti.


Salam,

Marc

Salam dari Pemusatan Latihan Timnas